Inspektur Daerah "Acc" Dukung SIPADU PEMDI, Inspektorat Sulbar Bakal Punya Aplikasi Andalan untuk Kelola Resiko SPBE
MAMUJU 8 September – Siapa bilang urusan pengawasan itu kaku dan bikin deg-degan? Kunjungan Taufan Harry Prasetyo, Kepala Bidang Teknologi Pemerintah dan Ekosistem Digital Diskominfo Sulbar yang lagi ikut Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) 2026, ke ruang kerja Inspektur Daerah Sulbar, Drs. H.M. Natsir, M.M., justru berlangsung akrab. Obrolannya satu: gimana caranya SIPADU PEMDI bisa jalan mulus dengan restu penuh dari Inspektorat. Dan hasilnya? Lampu hijau! Pak Inspektur langsung teken Surat Pernyataan Dukungan Stakeholder di tempat. Nggak pakai lama, nggak pakai drama.
Jadi, Inspektorat Kebagian Tugas Apa? Namanya juga lembaga pengawas, tugas Inspektorat di sini ya nggak jauh-jauh dari "ngecek dan mastiin semua beres." Mereka diharapkan turun tangan mengawal internal control dan memastikan bukti dukung pemenuhan indikator PEMDI itu valid, bukan sekadar tempelan. Yang lebih spesifik lagi, Inspektorat bakal jadi pengampu Indikator 9 dan 10 lewat Aplikasi MARISKA.
MARISKA Itu Sebenarnya Apa, Sih? Biar nggak salah paham, MARISKA ini adalah sistem pengelolaan Risiko SPBE — fokusnya di dua hal: Manajemen Risiko SPBE dan Manajemen Risiko Keamanan SPBE. Dua-duanya bukan tanggung jawab satu pihak saja — melainkan diampu bareng oleh Inspektorat Daerah dan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SS). Jadi bisa dibilang, ini kolaborasi dua kepala: Inspektorat pegang sisi pengawasannya, Diskominfo SS pegang sisi teknis dan keamanan sistemnya.
Terus Inspektorat Dapat Apa? Namanya kerja sama, ya harus ada timbal baliknya dong. SIPADU PEMDI janji bakal kasih Aplikasi MARISKA siap pakai buat Inspektorat sistem pengelolaan Risiko SPBE yang tinggal jalan, nggak perlu dirakit dari nol. Jadi tugas Inspektorat mengelola risiko SPBE dan risiko keamanan SPBE, sekaligus mengawal audit dan reviu kepatuhan OPD, jadi jauh lebih ringkas dan nggak ribet lagi.
Wacana Komunitas Auditor Nah, ini yang menarik. Di luar soal SIPADU PEMDI, Pak Natsir ternyata juga punya ide sendiri: bikin komunitas auditor di lingkup Pemprov Sulbar. Tujuannya biar ada wadah buat para APIP dan pegawai OPD saling belajar soal pengawasan dan pengendalian internal — bukan cuma pas ada masalah baru ribut, tapi jadi budaya sehari-hari. Ide ini bakal jadi PR tambahan buat Pokja Tata Kelola Tim Efektif SIPADU PEMDI buat ditindaklanjuti. Intinya, pertemuan ini jadi salah satu bukti bahwa dukungan lintas OPD buat SIPADU PEMDI nggak cuma di atas kertas — tapi beneran jalan, satu per satu OPD digandeng, satu per satu komitmen dikantongi. Semoga makin banyak yang nyusul kayak Inspektorat ini. (tim efektif SIPADU PEMDI).