Terlihat
Seluruh aset SPBE dan risikonya tercatat dalam satu register, dapat ditelusuri per OPD.
MARISKA menyatukan register aset SPBE, layanan publik, dan manajemen risiko dalam satu sistem. Setiap risiko punya pemilik, punya aset yang dirujuk, punya layanan yang terdampak — dan setiap keputusan tercatat.
Bukan sekadar daftar — Dasbor Risiko SPBE merangkum peta panas risiko (kemungkinan × dampak), status terkendali per kategori, dan daftar "Perlu Tindakan" yang diurutkan menurut prioritas, sehingga pimpinan dan pengelola tahu persis apa yang harus diputuskan lebih dulu.
Layanan pemerintahan kini bergantung pada aplikasi, data, server, dan jaringan. Ketika satu server berhenti, beberapa aplikasi bisa ikut lumpuh; ketika satu aplikasi lumpuh, layanan kepada masyarakat terhenti. Manajemen risiko SPBE memastikan pemerintah daerah mengetahui lebih dulu apa yang dapat mengganggu sasaran SPBE, memutuskan cara menanganinya, dan membuktikan bahwa penanganan itu benar-benar dijalankan.
Seluruh aset SPBE dan risikonya tercatat dalam satu register, dapat ditelusuri per OPD.
Risiko tidak berdiri sendiri: ia ditautkan ke aset, layanan publik, insiden, dan risiko lain yang berkaitan.
Setiap risiko punya pemilik, setiap rencana aksi punya penanggung jawab dan tenggat, setiap perubahan masuk jejak audit.
Pengelolaan data pribadi pada aset diperhitungkan melalui klasifikasi data (lihat bagian Atribut Aset), sejalan dengan kewajiban pelindungan data pribadi.
Risiko keamanan selalu dimulai dari pertanyaan "aset apa yang perlu dilindungi?". MARISKA mencatat aset SPBE dalam lima kategori. Kategori aset juga menentukan katalog ancaman dan kerentanan yang relevan saat menilai risiko.
Kumpulan data dan informasi yang dikelola pemerintah daerah untuk penyelenggaraan pemerintahan dan layanan.
Contoh: data kependudukan, data kepegawaian, data sektoral, basis data, dokumen/arsip elektronik.
Dapat dicatat sebagai kelompok satu entri dengan rincian per jenis dan jumlah (satuan: dataset). Contoh rincian: Dataset kepegawaian, Dataset kependudukan, Arsip dokumen elektronik.
Mengapa penting: Data adalah aset yang paling sering menjadi sasaran (kebocoran, perubahan tanpa izin, kehilangan). Klasifikasi data menentukan seberapa besar dampak kerahasiaan dihitung.
Risiko yang lazim: data tidak akurat/tidak mutakhir, kebocoran data pribadi, data tidak tersedia saat dibutuhkan, tidak dapat dibagipakai.
Aplikasi yang digunakan untuk layanan publik dan administrasi pemerintahan, berbasis web maupun mobile.
Contoh: aplikasi layanan publik, aplikasi kepegawaian, aplikasi perencanaan & keuangan, portal informasi.
Wajib satu entri per aplikasi setiap aplikasi punya profil risiko dan ketergantungan sendiri. Aplikasi Pemprov diambil dari katalog RELIGI sehingga tidak perlu diinput ulang dan profilnya selalu tersinkron.
Mengapa penting: Aplikasi adalah wajah layanan digital kepada masyarakat; gangguan aplikasi langsung dirasakan pengguna.
Risiko yang lazim: aplikasi tidak berfungsi/tidak tersedia, celah keamanan, duplikasi aplikasi, tidak terintegrasi, tidak sesuai kebutuhan pengguna.
Fasilitas dan perangkat untuk menempatkan, menyimpan, mengolah, serta memulihkan data dan sistem elektronik.
Contoh: ruang/data center, server, storage, sistem backup, Disaster Recovery Center (DRC).
Dapat dicatat sebagai kelompok satuan: unit. Contoh rincian: Server rack 2U, Storage NAS, UPS ruang server.
Mengapa penting: Banyak aplikasi menumpang pada server dan storage yang sama — satu gangguan di pusat data dapat berdampak berantai ke banyak layanan.
Risiko yang lazim: kegagalan perangkat keras, backup tidak tersedia/tidak teruji, gangguan catu daya & pendingin, ransomware.
Jaringan tertutup yang menghubungkan simpul-simpul jaringan antar-OPD dan unit kerja pemerintah daerah.
Contoh: LAN/WAN, jaringan antar-OPD, VPN, perangkat jaringan (switch, router, access point, firewall).
Dapat dicatat sebagai kelompok satuan: unit. Contoh rincian: Access Point Tipe 1 × 4, Access Point Tipe 2 × 7, Switch 24 port. Perangkat sejenis tidak perlu dicatat satu per satu.
Mengapa penting: Jaringan adalah jalur seluruh layanan digital; tanpa jaringan, aplikasi dan data tidak dapat diakses.
Risiko yang lazim: gangguan konektivitas, akses tidak sah, konfigurasi perangkat yang lemah, ketergantungan pada satu jalur.
Perangkat integrasi yang memungkinkan aplikasi dan data saling bertukar dan berbagi pakai, baik antar-OPD maupun dengan instansi pusat.
Contoh: API, API Gateway, middleware, layanan integrasi antar-aplikasi.
Wajib satu entri per integrasi/API setiap penghubung punya profil risiko dan ketergantungan sendiri.
Mengapa penting: Penghubung adalah titik temu banyak sistem; gangguan atau kebocoran di sini memengaruhi semua aplikasi yang terhubung.
Risiko yang lazim: integrasi gagal/terputus, kebocoran data lewat API, autentikasi API lemah, perubahan sistem mitra tanpa pemberitahuan.
RELIGI (Repositori Layanan Digital Pemprov Sulawesi Barat) adalah sumber kebenaran profil aplikasi SPBE. MARISKA menarik katalog aplikasi dari RELIGI secara berkala, lalu operator mendaftarkan aplikasi dari katalog menjadi aset di MARISKA.
MARISKA menyalin daftar aplikasi dari RELIGI: sinkron menyeluruh berkala (dengan rekonsiliasi) dan pembaruan inkremental setiap jam.
OPD pemilik di RELIGI dicocokkan otomatis dengan OPD di MARISKA (kode/nama); sisanya dipetakan administrator.
Aplikasi dari katalog didaftarkan menjadi aset kategori Aplikasi SPBE lengkap dengan snapshot profilnya.
Perubahan nama, deskripsi, status, atau OPD di RELIGI ikut diperbarui di MARISKA.
Jaminan tata kelola
Inilah pembeda utama MARISKA. Risiko tidak dicatat sebagai daftar terpisah, tetapi sebagai bagian dari rantai: aset → layanan publik → risiko → penanganan → pemantauan.
15 kategori risiko SPBE (PermenPANRB 5/2020)
Perencanaan & Tata Kelola:
Kepatuhan & Pelaksanaan:
Sumber Daya SPBE:
Eksternal:
Cascade — jembatan antar-register
Risiko keamanan yang serius pada sebuah aset dapat diusulkan naik menjadi risiko SPBE bagi OPD (mis. kerentanan pada aplikasi layanan yang mengancam sasaran layanan). Hasilnya berupa draf yang wajib dikonfirmasi pemilik risiko SPBE sebelum masuk register resmi.
Risiko SPBE kategori proyek pembangunan, aplikasi, infrastruktur, atau pengadaan dapat ditandai butuh asesmen keamanan — tim Diskominfo lalu menyusun risiko keamanan terkait sebelum sistem beroperasi.
Setiap tautan cascade tidak pernah ditimpa: perubahan status dicatat sebagai entri baru sehingga riwayat keterkaitan dapat ditelusuri penuh.
Matriks level risiko (bawaan — ambang dapat disesuaikan per pemerintah daerah)
Syarat penutupan risiko
Menetapkan arah dan selera risiko; memantau risiko strategis lewat Dasbor Eksekutif.
Mengoordinasikan penanganan risiko lintas OPD; memberi persetujuan risiko Tinggi/Ekstrem sesuai kewenangan.
Mengelola register aset lintas OPD, integrasi RELIGI, katalog ancaman/kerentanan/kontrol, dan asesmen risiko keamanan.
Pejabat yang bertanggung jawab atas risiko layanan/proses OPD-nya: menetapkan perlakuan dan memutuskan hasil reviu.
Mencatat aset, risiko, insiden, dan tindak lanjut rencana aksi untuk OPD-nya sendiri.
Memverifikasi kelengkapan dan kewajaran isian risiko serta tindak lanjut.
Mengawasi dan mereviu pelaksanaan manajemen risiko sebagai bagian pengawasan internal.
Hak akses setiap peran ditegakkan di server — menu yang tidak berhak tidak tampil, dan setiap permintaan data tetap diperiksa. Operator OPD hanya melihat data OPD-nya sendiri.
Setiap perubahan (nilai sebelum & sesudah), persetujuan, dan keputusan reviu tercatat.
Setiap risiko punya pemilik, setiap rencana aksi punya PIC dan target tanggal; yang lewat target otomatis berstatus Terlambat.
Risiko Tinggi/Ekstrem tidak dapat ditangani tanpa persetujuan pimpinan.
Risiko yang dipantau memiliki jadwal reviu berikutnya; keputusan reviu menentukan arah siklus.
Aset dan risiko tidak dihapus fisik; aset nonaktif dan risiko tertutup tetap menjadi bukti.
Ringkasan kondisi risiko, capaian rencana aksi, dan insiden per periode untuk pimpinan dan pemeriksa.
di Aset & Layanan — pastikan aplikasi dari RELIGI sudah terdaftar; lengkapi data, pusat data, jaringan, dan penghubung yang dikelola OPD.
Lihat bagian iniaset apa menopang aset apa, dan layanan publik mana yang dilayani. Cek Peta Dependensi untuk titik kegagalan tunggal.
Lihat bagian iniRisiko SPBE untuk sasaran/layanan OPD; Risiko Keamanan untuk aset (bersama Diskominfo).
Lihat bagian initetapkan PIC dan target, laporkan tindak lanjut berkala.
Lihat bagian iniputuskan lanjut pantau, perlakuan ulang, atau tutup; laporan berkala tersusun otomatis.
Lihat bagian iniLengkapi register aset OPD Anda dan pastikan setiap layanan penting memiliki risiko yang teridentifikasi, pemilik yang jelas, dan rencana aksi yang berjalan.